26/06/2026
ualitas fuel sering dianggap tetap stabil selama penyimpanan. Padahal, secara teknis kualitasnya dapat menurun seiring waktu akibat proses oksidasi dan degradasi kimia.
Pada storage tank atau sistem dengan fuel turnover rendah, proses ini dapat memicu pembentukan deposit, perubahan karakteristik fuel, hingga meningkatkan risiko gangguan pada sistem.
Dengan implementasi B50, tantangan ini menjadi semakin penting. Kandungan biodiesel yang lebih tinggi lebih reaktif terhadap oksigen, sehingga fuel cenderung lebih cepat mengalami degradasi selama penyimpanan.
Karena itu, fuel management tidak hanya berfokus pada distribusi, tetapi juga memastikan kualitas dan stabilitas fuel tetap terjaga hingga siap digunakan.
Segera konsultasikan masalah biodiesel Anda dengan tim teknis kami: [email protected]
www.teknofluida.id